3 hari lagi adalah hari valentine. Osis SMA Sinar Mentari udah ngadain event-event yang seru buat valentine kali ini.
‘GUBRAK!!’ pintu kelas X-D dibuka terlalu brutal.
“Hei! Kalian semua rakyat jelata!” sambut ketos Ezra dengan enggak elit nya.
“Udah ah bang cepetan dimulai lama banget. Panas nih panas” gerutu sang sekertaris osis, Yuri sambil kipas-kipas.
Maklum sekolah SMA Sinar Mentari enggak ada ac nya. Boro-borokan ac, kipas angin aja enggak ada. Kepala Sekolah nya terlalu memakan gaji buta.
“Lanjut dah, asisten!” teriak Ezra sambil mendorong Ray brutal.
“Duh kutu kupret, gak usah dorong-dorong bisa kali. Kalo bukan ketos gua geplak lu” kata Ray yang membenarkan blazer nya.
“Pada lama lo semua! Nih ya, kita semua lagi ngadain event valentine yang gak kalah seru dari tahun kemaren! Lo semua pada gak tau ya? Oh iya, kalian kan tahun pertama. Kalo kalian tau sih, tahun kemaren tuh event nya gak jelas, bikin bete, gak cucok deh pokoknya” cerita Tina sang bendahara yang flashback event valentine tahun lalu.
“Kita bakalan ngadain event bikin surat cinta, INI WAJIB YA! Trus dekorasi kelas, bikin ya sebagus mungkin hadiah nya 500 ribu lho! Dan diadakan prom night jam 7 malam di aula. Ini sih gak wajib, tapi kalo yang udah ada pasangan, harus ikut yah!” jelas Yuri.
“JELAS LO SEMUA?! JANGAN PLANGAS-PLONGOS AJE LO SEMUA! POKOKNYA KALIAN HARUS IKUT. GUE UDAH CAPEK LOH MINTA PERSETUJUAN INI SEMUA DARI PEMBINA OSIS. CA TO THE PEK!” teriak Ezra gak jelas -_-.
“TERUTAMA, LO KRIS. LO HARUS IKUT. KALO GAK, LO HABIS SAMA SATU SEKOLAHAN” teriak Ezra lagi sambil menunjuk Kris yang duduk di belakang.
Kris yang mempunyai nama, hanya membuang muka dan tidak perduli dengan omongan nya.
“Udah ya itu aja! Kita undurin diri dulu. Wassallam!” pamit Ray dan mereka semua pun pergi dari kelas X-D.
“Christine, kamu ikut prom night kan?” tanya Tiara.
“Kamu pasti diajak deh sama cowok-cowok hot di kelas X ini. Terutama sama Kai dari X-E, kamu pergi aja sama dia” kata Stephanie.
“Kamu jangan mau diajak sama sekumpulan nya Kris and The Gang itu” kata Tiara yang berbisik tapi tetep aja suara nya kayak toa.
“Hei! Kalian gak boleh ngomong kayak gitu!” kata Christine.
Christine menoleh kebelakang pojok kiri, tempat duduk nya Kris lebih tepatnya. Ekspresi Kris tetap sama dengan yang tadi dia ditegur oleh Ezra. Tetapi ketika Kris menyadari dia sedang ditatap oleh Christine, mata mereka saling bertemu. Lalu, 2 menit kemudian Christine melepas kontak mata itu. Dan teringat dengan suatu kejadian. Antara dia dan Kris.
3 hari yang lalu….
Christine sedang menunggu kakak nya menjemput nya. Tetapi sudah berjam-jam dia menunggu nya namun kakaknya tidak kunjung tiba. Hari itu hujan deras, dia juga tidak membawa payung. Jadi dia tidak berani berlari menuju halte yang 5 blok dari tempatnya berdiri untuk pulang naik bis.
Saat itu, Kris and The Gang masih nongkrong di kantin. Tapi sekarang tidak ada siapa-siapa, mereka sudah pulang. Hanya tersisa Kris seorang. Begitu dia melihat Christine yang tidak jauh dari nya, dia langsung ingin memayunginya dan pulang bersamanya naik bis.
Akhirnya kejadian itu terjadi juga.
Kris memayungi nya, dan Christine menoleh ke arah nya. Christine sempat kaget ketika melihat seseorang yang memayungi nya siapa.
Kris atau Wu Yi Fan. Seseorang yang mempunyai postur tinggi ideal, wajah yang tampan, keturunan darah Cina dan Kanada. Dia adalah bad boy dikelas X-D bahkan disekolah. Kalo di kelas, biasanya cuma tidur, ngobrol sama geng-gong nya, dimarahin guru, dihukum guru, pulang dari sekolah tawuran. Dan seorang Kris ini ternyata menyukai cewek paling polos, ramah, pinter, imut dan populer dikelas nya, Christine Lee. Sungguh perbedaan yang seperti langit dan bumi. Bukan karna tampang mereka yang mempunyai presentasi seperti ini. Ini karena perbedaan mereka yang memang beda jauh. Kris adalah termasuk 100 cowok tertampan di sekolah dan memasuki peringkat 1-5, dia juga populer dikalangan cewek-cewek. Enggak ada cewek di sekolah yang enggak kenal Kris. Sayang aja tampang sama attitude bener-bener mencerminkan (?) (habis banyak yang bilang tampang dia emang bener-bener bad boy tapi cakep, gitu maksudnya mencerminkan).
“Kris…..”
Tanpa kata, Kris hanya menggenggam tangan nya dengan Christine dan jalan ke halte bis 5 blok dari nya.
Christine hanya menuruti ke arah Kris pergi. Dan ketika mereka sudah bertemu dengan bis yang akan mereka tumpangi, mereka duduk di tempat duduk yang sama. Tapi reaksi mereka semua itu tanpa kata.
Christine sedaritadi menatap Kris yang sedang menatap ke luar jendela. Christine hanya mampu menatap nya, tidak berani menegurnya. Tapi kali ini, dia harus menegurnya dan mengucapkan Kris terimakasih. Karena tanpa nya, Christine pasti tidak akan bisa pulang.
“Makasih ya, Kris” dengan sangat perlahan Christine melontarkan kata itu.
Kris menoleh ke Christine, menatapnya dalam dan menjawabnya dengan anggukan lalu menatap ke jendela lagi.
Christine bener-bener mati gaya di depan Kris. Dia belum pernah mati gaya didepan orang kecuali sama orang yang disukai nya. Wait, apa jangan-jangan…….
Kita simpen tebakan dari titik-titik itu.
Karena Christine sudah merasa berhutang budi dengan Kris, Christine harus mencari cara untuk berinteraksi dengan nya. Akhirnya dia tidak menyerah, dia bakalan terus berinteraksi bagaimanapun caranya.
“Kamu turun dimana nanti?” tanya Christine.
“Dua blok sebelum rumahmu itu rumahku” jawab Kris yang tidak menoleh ke arah nya.
“Benarkah?” tanya Christine kaget.
Kris menjawab nya dengan anggukan lagi, tanpa menoleh ke arah nya.
“Kenapa kamu tidak melakukan aktivitas seperti biasa dengan teman-temanmu tadi?” tanya Christine dengan polos nya.
Kris tercengang dengan pertanyaan Christine. Sebegitu populer kah aktifitas kebandelan nya disekolah? Bahkan orang polos seperti Christine aja tau kalo tiap hari Kris sehabis sekolah selalu tawuran.
“Baiklah kalau kamu tidak ingin menjawabnya” kata Christine yang seolah mengerti dengan keadaan Kris sekarang dengan pertanyaan nya.
“Kamu tadi kemana pas pelajaran sejarah? Ke kantin ya sama Edison?” tanya Christine lagi, dan lagi.
“Bawel” jawab Kris dingin yang masih tidak menatap nya.
Dan akhirnya dia menoleh dan menatap Christine tajam.
“Kamu bawel banget. Tau gak? Kamu kayak ibuku di China” ujar Kris lagi.
“Maaf… Aku hanya ingin tahu kamu lebih dekat” kata Christine yang udah mulai takut sama Kris.
Mendengar itu, seperti ada kupu-kupu terbang di perut nya Kris. Seorang Christine? Ingin lebih dekat dengan seseorang seperti Kris?.
“Kita sudah mau sampai” ucap Kris yang melihat ke arah depan.
Saat bis berhenti di halte perumahan mereka, mereka turun bersama dan jalan bersama.
“Aku mengantarmu dulu. Boleh kan?” tanya Kris.
“Eum…. Boleh. Btw, rumah kamu dimana?” tanya Christine balik.
“Rumahku yang gak terlalu gede dan minimalis diantara yang lain. Itu, yang berwarna hitam dan putih” tunjuk Kris yang rumahnya terletak paling pojok kiri.
“Wah… Rumahmu yang itu… Sama siapa kamu tinggal?” tanya Christine.
“Aku tinggal sendiri. Ayah dan Ibuku harus tinggal di China sedangkan aku harus melanjutkan sekolahku disini” jawab Kris.
‘Melanjutkan sekolah? Kamu aja gak pernah niat sekolah’ kata Christine dalam hati.
“Oh begitu…. Kamu pasti kangen sama orangtuamu disana” ucap Christine menunduk.
“Enggak juga. Aku cuma kangen Ibuku” kata Kris.
Christine terdiam. Mungkin kelakuan Kris seperti sekarang karena ulah Ayah nya. Tapi who knows, Christine tidak mau menebak-nebak nya. Tak terasa mereka jalan sambil mengobrol, tiba di rumah Christine yang berwarna putih dengan bergaya Eropa. Jadi seperti istana besar, sangat berbeda dengan rumah Kris yang dibilang kecil diantara rumah yang lain dan bergaya minimalis.
Sesampai di pager rumah Christine, Christine mengucapkan selamat tinggal dulu dengan Kris. Tapi sebelum dia mengucapkan selamat tinggal, dia ingin mengucapkan sesuatu.
Tarik kata-kata tebakan dari titik-titik diatas. Apa Christine menyukai Kris? Sebenarnya, Christine menyukai Kris diam-diam hanya saja sekarang udah agak enggak suka karena Kris nya enggak pernah peka L.
“Kris, apa kamu sudah punya seseorang…. Perempuan yang kamu miliki?” tanya Christine.
Kris terdiam dan reaksi nya hanya dengan reaksi bingung.
“Kuharap, kamu tidak punya. Selamat tinggal. Sampai jumpa di sekolah besok” kata Christine buru-buru masuk ke rumah dan meninggalkan Kris seorang di depan pager rumah nya.
* * *
“Gimana nih guys, untuk dekorasi kelas nya? Uang kas kita terkumpul 600.000” kata Michael didepan kelas, mencoba berdiskusi dengan semua teman nya di X-D.
“Aku yang akan menanggung semuanya” kata Kris. Ya, yang ngomong itu adalah Kris.
“Hah?” tanya Michael bingung + shock.
“Kalo ada kekurangan apa-apa, aku yang akan menanggung semuanya” jawab Kris.
“Benarkah?!” tanya Michael dan yang lain nya tak percaya.
“Ya” jawab Kris malas.
“Baiklah! Kita akan mendekorasi ruangan kelas kita dengan indah! Semangat!” semangat Michael.
Keesokan harinya….
D-2
Semua murid-murid per-kelas sangat sibuk dengan mendekor kelas nya masing-masing. Hanya dua hari mereka dikasih waktu untuk membereskan semuanya, hari ini dan besok. Kelas X-D sibuk untuk mengecat kelas mereka yang dikasih cat semuanya warna pink soft dengan dilukis berbagai lukisan bertema valentine oleh warna putih dan coklat. Benar-benar mencerminkan hari valentine. Ketika semua kebagian tugas, tugas Christine adalah membersihkan jendela. Mengetahui itu, Kris langsung jadi mengambil tugas nya membersihkan jendela yang tadinya dia disuruh nge-hias dinding. Christine yang sedaritadi teliti membersihkan jendela nya supaya tidak ada noda, sedangkan Kris sedaritadi yang disamping nya hanya melihat Christine sambil tersenyum.
“Apa yang kamu liat? Kerja sana! Jendela masih banyak yang kotor” tegur Christine membuyarkan lamunan Kris.
“Iya, iya. Dasar bawel” ucap Kris stay cool.
Kris jadi fokus bekerja membersihkan jendela. Mereka berdua sangat teliti membersihkan jendela. Udah kayak pacaran kalau dilihat dari kejauhan. Karena yang membersihkan jendela hanya mereka berdua.
Christine yang sudah harus jinjit karena membersihkan jendela bagian atas, keseimbangan nya mulai kurang. Keseimbangan dia sudah mulai berkurang dan berkurang dan pada akhirnya….
“AH!!!” teriak Christine.
“CHRISTINE AWAS!!!” teriak Kris.
Kris dengan cepat langsung meraih Christine yang jatuh. Mereka sama-sama kaget, membulatkan mata mereka dan menatap satu sama lain. Melihat kejadian itu, seisi kelas langsung memandangi mereka dan seketika semuanya jadi hening.
Tiara dan Stephanie langsung mendatangi Christine yang masih dalam pelukan Kris ala bridal style itu. Kris melepas pelukan nya dan membiarkan Christine berdiri.
“Christine, Kamu gapapa?!” teriak Tiara.
“Aihhh! Bagaimana bisa terjadi?! Sudahlah kau menyapu saja nanti biar Luna yang membersihkan jendela bagian atas” ujar Stephanie.
“Iya, aku gapapa. Udah ada Kris” kata Christine.
Dengan masih muka tablo, Christine duduk dan berpikir tentang kejadian yang barusan dia alami. Dia masih enggak percaya.
“Apa yang kalian liat? Ayo, kerja!” kata Michael yang berhasil menyadarkan teman-teman semua.
Kris menghampiri Christine.
“Kamu gapapa?” tanya Kris.
“Aku gapapa” jawab Christine.
“Baiklah” kata Kris yang berat hati harus pergi meninggalkan Christine. Padahal dia ingin menemani nya.
* * *
D-1.
Christine duduk ditempatnya. Di meja nya, banyak surat-surat, bunga berbagai warna, dan coklat berhamburan.
“Banyak banget. Ini terlalu banyak >.<” kata Christine.
“Baiklah. Aku sama Tiara bakal bantu baca surat-suratmu” ucap Stephanie semangat.
Stephanie dan Tiara membaca surat nya. Yang bikin kaget adalah pengirim nya. Rata-rata orang yang paling terkenal seperti Kai, Josh, dan Lay mengirim surat yang isi nya sama yaitu mengajak Christine untuk menjadi pasangan prom night nya. Padahal Christine bukan lah satu-satu nya orang yang tercantik di sekolah nya. Tapi ada satu surat yang misterius. Amplop yang berwarna baby pink bercampur putih polos tak ada nama pengirim nya. Christine membaca surat yang ada didalam nya diam.
“Apasih daritadi diem aja, sini aku liat” kata Tiara mengambil surat nya dari Christine.
“’You’ve changed my life. I love you.’ Hah? Surat macam apa ini?” tanya Tiara.
“Gak ada pengirimnya lagi, sok misterius banget sih” ucap Stephanie.
Christine menoleh ke belakang, dimana Kris berada. Dia menatapnya. Sedangkan Kris, menatap ke arah lain dan melipatkan tangan nya di dada karena malas tadi surat nya dibaca keras-keras sama sahabat nya Christine. Walaupun mereka enggak tau kalo dia yang ngirim.
Christine membuka coklat batangan rasa jeruk yang tadi tertempel bersama surat misterius tadi. Lalu dia memakan nya dengan tampang stay cool tapi dalam hati bahagia banget. Kris yang melihatnya dari belakang, tersenyum senang bahagia karena itu adalah coklat pertama yang dimakan Christine diantara coklat-coklat yang lain nya. Dan coklat itu siapa lagi kalau bukan dari Kris? J.
“Oh iya, btw kamu gak bikin surat?” tanya Stephanie.
Christine baru ingat. Dia sudah bikin dan dia tahu untuk siapa surat itu. Tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengirimnya. Kalau dia kasih ke Kris langsung, nanti se-kelas gempar dan bikin gossip yang bukan-bukan. Bahkan satu sekolah gempar.
“Aku udah bikin tapi belum aku kirim. Kalian bikin?” tanya Christine.
“Yaiyadong! Aku bikin untuk kak Billy! Tadi dia ngirim surat buatku. Kata-kata nya tuh so sweet banget Christine! Jadi aku pengen ngebales. Sebenernya sih, aku udah bikin semalem untuk dia” heboh Stephanie.
Christine tersenyum bahagia melihat sahabat nya bahagia. Lalu, Christine menoleh ke Tiara.
“Kalo aku ke kak Leo! Tadi dia ngasih aku bunga mawar sama coklat strawberry bentuk hati. Nanti aku bakalan kasih dia surat ini pas istirahat” kata Tiara tersenyum senang.
Ada kebahagiaan tersendiri bagi Christine melihat orang yang dia cintai dibalas cinta nya dengan tak terduga. Kalau jaman sekarang, bener-bener langka kalau kita suka sama seseorang tapi disukain balik. Kalau sekarang jaman nya PHP alias Pemberi Harapan Palsu.
“Emang kamu mau kirim ke siapa Tine?” tanya Tiara.
“Hmm……..” Christine mencoba menjawabnya dengan menoleh ke belakang pojok kiri.
“HAH?! SERIUSAN?!?!?!?!” teriak mereka berdua.
“Ssstt…! Pelan-pelan. Nanti kedengeran yang lain” kata Christine kecil yang agak menundukkan kepala nya.
“Aku gak salah liat kan? Maksud kamu yang Mr. Dumb itu kan?” tanya Stephanie.
Christine mengangguk sambil memanyunkan bibir nya. Dia tahu bakalan begini reaksi Stephanie dan Tiara.
“Bagaimana bisa…..” kata Tiara speechless.
“Aku suka sama dia daridulu. Tapi itu cuma sekedar suka gak lebih. Tapi lama-lama suka itu jadi tumbuh lagi waktu itu dia nganterin aku pulang pas hujan”
“Christine… Gua gak nyangka lho” kata Stephanie masih enggak percaya.
“Kamu itu gak boleh suka sama dia. Kamu kan tau sendiri dia kayak gimana!” ucap Tiara.
“Tapi kan dia udah berubah. Dia udah gak kayak dulu lagi!. Dia udah gak telat lagi, gak bolos lagi, tugas udah mulai dia kerjain. Dia udah berubah. Lagipula, aku cinta dia gak mandang dia kayak apa. Aku terima dia apa adanya!” ujar Christine sedikit marah sama sahabat nya karena mereka udah mulai ngatur perasaan orang lain.
Stephanie dan Tiara speechless. Mereka terdiam dan berpikir. Benar, cinta itu enggak mandang dia seperti apa. Namanya cinta, udah enggak kenal dia jelek atau tampan, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, baik atau buruk. Cinta tidak pernah memandang apapun.
Untungnya kelas udah sepi karena jam menunjukkan ingin istirahat. Tapi karena daritadi enggak ngapa-ngapain dan mau istirahat, jadi anak-anak di kelas rata-rata semuanya pergi ke kantin. Untung Christine juga ngomong nya enggak pake toa kayak Stephanie dan Tiara. Walaupun tadi dia memakai sedikit amarah nya.
“Maafin aku ya Christine, kamu bener. Cinta gak mandang seseorang dari apapun. Kayak aku sama kak Leo. Walaupun dia enggak se-populer Kai, walaupun dia pipi nya kayak bapao, tapi aku tetep suka sama dia. Aku setuju, aku dukung kamu” ucap Tiara memegang bahu nya Christine.
Christine tersenyum melihat respon Tiara.
“Iya. Kamu bener, cinta itu gak mandang apapun. Kayak aku sama kak Billy juga. Walaupun dia tukang galau tanpa sebab, suka ceramahin orang kalo ada orang yang salah termasuk aku, aku juga cinta dia apa adanya. Aku terima apapun dari dia. Aku dukung kok Christine. Lagipula kalo kalian jalan, kalian cocok” kata Stephanie memamerkan eye smile nya.
Christine tersenyum senang melihat respon positif dari mereka.
“Makasih ya. Kalian emang bener-bener sahabatku” kata Christine.
Kedua sahabat mereka pun tersenyum bahagia.
Bel istirahat berbunyi. Semua yang ada dikelas ke kantin. Ketika kelas benar-benar kosong, Stephanie dan Tiara memberi semangat Christine untuk meletakkan surat cinta nya di bangku Kris. Perlahan, Christine meletakkan surat nya. Selesai dia meletakkan nya, dia kembali kepada sahabat nya dan pergi dari kelas.
* * *
Besok adalah penilaian kelas. Siang ini, murid-murid kelas X-D semua merapikan kelas nya lagi. Dari mengecat bangku menjadi warna coklat ke hitam-an sepeti warna dark chocolate dan meja berwarna putih seperti warna coklat putih (bukan pure putih), sudut-sudut kelas dikasih balon-balon pink-merah-coklat berbentuk hati.
Sesudah semua selesai tinggal Christine menyapu dan Clover mengepel, dikelas hanya ada Christine seorang.
“Kita pulang duluan ya” kata Tiara dan Stephanie.
“Baiklah, kalian hati-hati ya” kata Christine.
“Annyeong!” ucap mereka semua.
Ketika Tiara dan Stephanie sudah jauh dan Christine sudah selesai beres-beres nya, Christine langsung menggendong tas nya dan berjalan pulang. Lalu ketika dia melihat dilantai depan pintu, dia melihat kertas pink dengan tulisan ‘Walk Together With Me, Please’ berwarna baby pink.
“Apa ini?” tanya Christine yang meraih kertas itu.
Dan seketika, dia melihat banyak kertas berwarna dengan bentuk hati banyak yang menunjukkan jalan. Christine mengikuti kertas itu.
Sampai di 2 langkah terakhir, kertas hati itu bertuliskan,
‘Be My Valentine’
1 langkah terakhir,
‘Be Mine’
Dan sampailah Christine di atap sekolah. Dimana view jam 7 malam ini kelihatan kota Jakarta sedang dipadati oleh orang-orang yang sudah pulang dari kerja. Dia melihat seseorang membelakangi dia. Dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap dia sudah bisa menebaknya.
“Kris?” tanya Christine.
Orang yang merasa nama nya dipanggil, menoleh ke arah sumber suara. Kris menatapnya tenang dan hangat, berbeda jika Kris melihat Christine di depan banyak orang. Dingin dan tajam. Christine berjalan mendekati Kris.
Masih menatapnya, Kris membungkuk ke Christine dan memegang tangan kanan Christine.
“Besok adalah Valentine”
Christine masih tercengang dengan sikap dan perkataan nya Kris.
“Sebenarnya aku gak perduli besok hari Valentine atau gak karna aku gak ngerayain. Tapi kalo kamu ada sama aku di hari itu, aku gak masalah kalo ngerayain nya sama kamu”
Christine kaget. Benar-benar dibikin kaget. Jantungnya berdegup sangat kencang.
“Christine, I want you to know that you’re the person who can changed me. You’re the person who can make me enthusiastic when I went to the school everyday. You’re the person who can make me smile in my worst life. And you’re the reason for make me breath now, then, forever”
Christine masih di reaksi yang sama. Bukan, bukan karena dia enggak ngerti. Justru dia ngerti banget. Dan itu lah yang bikin dia shock.
“You are the person who can changed me. Nobody can changed me before. Even if that’s my mom. I’m truly said this to you. So… Would you be my princess?”
Christine terharu. Sangat. Bukan nya dia lebay, dia memang terharu. Pertama, dia belum pernah sama sekali di hidup nya diperlakukan seperti ini sama cowok. Walaupun dia banyak yang di suka. Kedua, dan dia diperlakukan sama cowok yang udah bikin hatinya terisi daridulu, yang udah bikin dia hidupnya berubah, dan cowok itu berbanding terbalik sama dia. Kris yang males (pake banget), enggak pinter dibidang hafal-menghafal (kalo menghitung dia termasuk cepet tapi karna dia males nilai nya jelek terus), sering telat, sering bolos, sering dipanggil ke ruang BP, sering remed, tugas sama sekali enggak ada yang dikerjain, sering tawuran, bahkan hampir mau Drop Out.
Jika Christine memang membuat nya berubah, itu memang benar. 1 bulan terakhir kemarin, Kris udah enggak telat lagi, enggak pernah bolos lagi, tugas ya…. Dikerjain sih tapi copy-paste punya temen (se-enggak nya udah mulai berubah enggak kayak dulu -_-), dipanggil di ruang BP sih masih tapi cuma 2 kali maksimal 3 kali, remedial udah enggak se-sering dulu karena bakat nyontek nya, tawuran 1 kali, 2 kali yang bikin dia dipanggil BP.
Christine spontan memeluk Kris. Air mata bahagia nya jatuh dari pelupuk mata nya, membasahi baju Kris.
“I love you. I do love you. For all this time, it was you Kris. I never love anyone else except you. You’re my prince, Kris”
Christine memper-erat pelukan nya. Kris membalas pelukan Christine. Akhirnya mereka pun resmi berpacaran dan mereka pulang berdua.
* * *
The Day.
09.00
Hari ini adalah pengumuman pemenang lomba-lomba yang diadakan kemarin. Seluruh warga sekolah berkumpul di lapangan sekolah. Ezra sang ketua osis sudah cuap-cuap di atas panggung.
“Berdasarkan hasil survey Kepala Sekolah, Guru-guru, Pembina Osis dan Anggota Osis. Pemenang untuk Dekorasi Ruangan Kelas adalah kelas…….”
Murid X-D berdoa bersama. Mereka semua yakin mereka menang karena memang kelas X-D paling bagus diantara kelas yang lain. Hanya kelas X-D yang benar-benar niat mendekorasi ruangan kelas nya berdasarkan tema yang dikasih. Kelas X-D yang paling detail diantara kelas-kelas nya bahkan kelas XII masih kalah dengan kelas X-D.
“X-D! Selamat untuk kelas X-D! Gua tercengang HAHAHA”
X-D menangis bahagia. Usaha jerih payah dari semua murid X-D enggak dibuang sia-sia. Semuanya membuahkan hasil. Kris dan Christine berpelukan. Mereka juga tak lupa high five bersama sahabat-sahabat dan teman-teman mereka. Michael yang maju ke depan, mewakili dari X-D.
“Terimakasih untuk kerja keras kalian semua. Tanpa kalian semua ini gak akan menang. Terutama buat Kris, tanpa dia semua barang-barang yang diperlukan gak akan terpenuhi. Terimakasih atas bantuanmu Kris!” pidato singkat Michael.
Bukan nya tepuk tangan yang meramaikan suasana menjadi haru bahagia, ini suasana nya malah hening dan canggung.
“Ahahaha! Ya, terimakasih Kris! Tanpa bantuanmu kelas kalian gak akan menang. Ayo tepuk tangan buat Kris dan X-D!” ucap Ezra sambil tepuk tangan.
Akhirnya mereka semua tepuk tangan meskipun canggung. Mereka masih sangat bingung dengan perkataan Michael. Ya, karena tidak mungkin seorang Kris yang menjadi pengaruh kemenangan nya ini.
“Baik, baik. Prom night tetap dilakukan nanti jam 7 malam di aula. Usahakan kalian semua ikut. Terutama buat yang udah pacaran, wajib lo semua ikut!” kata Ezra lagi.
* * *
Dengan gaun berwarna soft pink, sepatu kaca dan aksesoris berwarna sepadan. Tak lupa dengan mahkota yang menghiasi di pucuk kepala nya, Christine Tan berjalan menuju seseorang yang menunggu nya di panggung aula sambil membawa sebuah buket mawar merah.
Semua tercengang karena Christine benar-benar sangat cantik, mendekati sempurna. Bagaikan bidadari yang sedang jalan menuju takdirnya. Christine berjalan menuju takdirnya, seseorang dengan rambut jambul ke atas, memakai tuxedo hitam rapi, dasi kupu-kupu yang berwarna sepadan, sepatu Crocodille hitam yang mengkilat. Yaitu, Wu Yi Fan a.k.a Kris.
“Ini dia! Prom Queen dan Prom King kita!” ucap Yuri.
Christine dan Kris berpegangan tangan. Membungkuk dan tersenyum kepada semua yang hadir disana.
Mereka semua merayakan Prom Night dengan lancar dan sukses. Hingga akhirnya ingin di penghujung acara, Christine pergi ke atap gedung sekolah ini. Tempat dimana Kris menyatakan perasaan nya begitupun juga dia.
“Ngapain kamu disini?” ujar seseorang yang ada dibelakang Christine. Suara yang familiar, suara orang yang dia cintai.
“Hah? Eum… Aku bosen dibawah” jawab Christine.
Kris menghampiri Christine. Lalu dia menggenggam tangan Christine.
“Aku jadi inget hari kemaren. Aku gak ngarepin itu bakalan terjadi sebenernya” kata Christine membuka pembicaraan.
“Tapi akhirnya kamu ngalamin itu kan?” ujar Kris.
Christine mengangguk dan tersenyum kepada nya. Kris juga membalas tersenyum.
“Iya. Aku bahagia bisa merasakan nya”
Kris tersenyum dan berkata,
“Aku akan selalu mencintaimu, Christine. Sampai kapanpun”
Christine tersenyum mendengar perkataan Kris. Perlahan, Kris mendekatkan wajah nya dengan Christine. Semakin dekat, dan akhirnya mereka berciuman. Ciuman pertama mereka. Dengan latar belakang pemandangan malam Jakarta.